Jumat, 08 Maret 2013

Daerah Wisata di Kab. Klaten

Wilayah Klaten merupakan wilayah yang cukup strategis. Posisinya yang berada di daerah perlintasan dua kota besar, yakni Solo dan Yogyakarta membuat nama Klaten menggaung. Nama Klaten yang sudah menggaung itu harus dimaksimalkan untuk menggenjot potensi pariwisata.
Bagaimanapun juga, pariwisata bila digarap dengan maksimal, akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tak sedikit.
Klaten sendiri khas dengan karakteristik daerah yang sarat muatan potensi pariwisata. Ada potensi wisata pegunungan di Merapi, perikanan di Rawa Jombor, hingga potensi wisata buah-buahan.
Selain itu, Klaten juga terkenal dengan lokasi peninggalan situs purbakala, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu hingga Candi Plaosan.
1. Gondangwinangoen

Sejumlah fasilitas yang ditawarkan Wisata Agro Gondang Winangoen, bukan saja permainan dan rekreasi keluarga. Namun, juga tempat tinggal, serta jelajah sejarah museum dan pembuatan gula. “Satu-satunya pabrik gula di Nusantara yang memiliki museum ya hanya di sini (PG Klaten-red). Dan ini merupakan aset yang sangat tinggi harganya,

2. Rawa Jombor

Rawa Jombor yang berada di perbatasan Kecamatan Bayat dan Kalikotes merupakan andalan untuk memasok air ke saluran irigasi persawahan di sekitarnya. Oleh sebab itu, tingkat kedalaman air harus cukup agar tetap bisa mengalirkan air pada musim kemarau. Selain itu dari sisi potensi wisata, Rawa Jombor sudah cukup dikenal luas.
Obyek wisata yang ada salah satunya warung apung dan keramba.

3. Deles Indah

Objek wisata yang berada di kaki Gunung Merapi ini menawarkan keindahan panorama alam bagi wisatawan. Melalui gardu pandang, wisatawan dapat melihat langsung puncak Gunung Merapi yang menunjukkan aktivitas vulkanik. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati keindahan tempat-tempat lain seperti bekas pesanggrahan Pakoe Boewono X, makam Kiai Mloyopati, Sendang Reno, Taman Pring Cendani, dan Gua Sapuangin.
Harus diakui, saat ini, sejumlah fasilitas di objek wisata yang berada di Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Klaten ini mangkrak karena tidak maksimalnya perawatan dari objek wisata yang berada pada ketinggian 800-1.300 meter di atas permukaan laut ini. Persoalan lain yang menjadi kendala pengembangan objek wisata ini adalah sulitnya mencari sumber air. Hal itulah yang membuat sejumlah pengusaha enggan menjadikan kawasan pariwisata ini sebagai ladang bisnis. Tak hanya itu, kerusakan jalan menuju objek wisata juga mempengaruhi minat wisatawan untuk mengunjunginya.

4. Pemandian Umbul Ingas dan Water Boom

Water boom yang luasnya mencapai 495 meter persegi itu dilengkapi dengan water slide (luncuran air) dengan tinggi delapan meter dan panjang lintasannya sekitar 50 meter. Sementara di kolam renang anak yang luasnya 176 meter persegi tersebut telah dilengkapi sarana penunjang, seperti ember tumpah, tirai air, dan air mancur. Debit air kedua kolam renang tersebut, jelas dia, diambilkan dari Umbul Ingas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar