Tampilkan postingan dengan label Wisata Sekitar Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Sekitar Jogja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Wisata Ziarah di Kab. Boyolali


1. Petilasan Kebo Kanigoro


Obyek wisata ini terletak di Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, sekitar ± 15 km ke arah timur laut Kota Boyolali . Lokasi ini lebih dekat ditempuh dari kota kecamatan Simo yang berjarak hanya sekitar 3 km dari pusat kota. Tempat ini
menjanjikan rekreasi perbukitan dan ratusan tangga menuju makam Ki Singoprono di puncak gunung tugel. Obyek Wisata Khasanah yang di kunjungi setiap malam Jumat dan malam Selasa Kliwon, Lokasi Makam Ki Ageng Singoprono yang menarik dengan letaknya yang sangat indah. Fasilitas: Bumi Perkemahan, Hutan Wisata, Tempat Menyepi dan Tempat Berdoa di puncak Gunung Tugel.

2. Pesanggrahan Pracimoharjo

Merupakan petilasan Sri Susuhunan Paku Buwono X sebagai obyek wisata minat khusus/ ziarah, Terletak di Desa Paras, Kecamatan Cepogo.

3. Makam Ki Ageng Kebo Kenanga

Obyek wisata ini terletak di dukuh Pengging, desa Jembungan, kecamatan Banyudono. Banyak orang yang berkunjung dengan berbagai tujuan.

4. Makam Prabu Handayaningrat

Obyek wisata ini terletak di dukuh Malang, desa Dukuh, kecamatan Banyudono. Makam ini merupakan trah dari Majapahit.


5. Makam Ki Ageng Penataran

Di Pantaran Desa Candisari Kecamatan Ampel . Jarak tempuh dari kota 17 km. Makam ini cukup potensial sebagai tempat ziarah, karena terdapat Petilasan Ki Kebo Kanigoro, petilasan Syeh Maulana Malik Ibrahim Maghribi, Petilasan Ki Ageng Pantaran. Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam di kaki gunung Merbabu dan air terjun Si Pendok. Setiap tanggal 20 suro diadakan event upacara tradisional Buka Luwur. Fasilitas: Bangsal tempat tirakat, Bukit Perkemahan Indraprasta.

6. Makam R. Ng. Yosodipuro

R. Ng. Yosodipuro adalah seorang Pujangga Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dengan jarak tempuh dari kota 12 km, makam ini setiap malam Jumat Pahing diadakan Upacara Sanggaran. Masih disekitar Makam R. Ng. Yosodipuro, Upacara Ngalap Berkah Paringan Apem Keong Emas ini dilaksanakan, pada pertengahan Bulan Sapar.
Upacara ini merupakan tradisi berebut apem (makanan khas yang terbuat dari tepung beras) yang terbungkus janur (daun kelapa yang masih muda) dan telah didoakan oleh Kyai/ Ulama dan dibagikan pada Jumat siang setelah Sholat Jumat. Ada Masjid peninggalan Sunan Paku Buwana X.



Agro Wisata di Kab. Boyolali

1. Agrowisata Sapi Perah Cepogo

Kabupaten Boyolali terkenal dengan usaha pengembangan sapi perah dan penggemukan sapi. Jarak dari Kabupaten Boyolali adalah 13 km ke arah Barat. Jalan ke Cepogo menanjak karena topografinya merupakan pegunungan. Hal ini menyebabkan iklim yang dingin sehingga memungkinkan pemeliharaan sapi perah. Cepogo ditetapkan menjadi lokasi agrowisata sapi perah. 


Jika Anda berkunjung ke Boyolali, sempatkanlah datang ke tempat pemerahan sapi yang terletak di Kecamatan Cepogo. Kondisi kendaraan harus prima karena medan yang menanjak dan jalan yang berkelok-kelok. Anda dapat melihat proses pemerasan susu sapi. Jika ingin mencoba dapat juga berpartisipasi memerah susu sapi dengan tuntunan peternak. Dan yang pasti, Anda dapat meminum susu yang masih segar hasil perasan peternak sapi.


2. Agrowisata Sayur Selo

Terletak di kawasan objek wisata Selo, 25 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali. Para pengunjung dapat menikmati dan memetik sendiri aneka ragam sayuran, antara lain : wortel, kol, daun adas, dan lain-lain.


3. Agrowisata Padi

Jarak 10 km ke arah Timur Kabupaten Boyolali. Agro wisata padi merupakan wahana yang tepat untuk menumbuh-kembangkan kecintaan generasi muda pada padi. Dengan adanya agro wisata padi, generasi muda akan dapat berinteraksi 

langsung dengan obyek wisata.



Jumat, 08 Maret 2013

Wisata Ziarah di Kab. Magelang

1. Gunung Pring ( Makam Raden Santri )

Makam Raden Santri atau Pangeran Singosari terletak di lereng Gunung pring yang memiliki ketinggian 400 m diatas permukaan laut yang berjarak 1 km ke arah selatan dari kecamatan Muntilan. Obyek wisata ini merupakan makam keluarga Pangeran Singosari, yaitu keturunan raja Majapahit, putra Ki Ageng Pemanahan dan generasi ke VI (enam) Prabu Brawijaya. 

2. Makam Sunan Geseng

Obyek Wisata Religi makam Sunan Geseng yang terletak di Desa Tirto Kecamatan Grabag .Makam Sunan Geseng ramai dikunjungi masyarakat Kabupaten dan sekitarnya khususnya warga Grabag pada malam ke- 21 dibulan Romadhon .Sunan Geseng yang mempunyai nama asli JOKRO JOYO adalah murid dari Sunan Kalijogo yang diperintahkan untuk menjaga tongkatnya, karena terlalu lama ,tempat untuk menjaga tongkat berupah menjadi semak-semak dan untuk menemukannya maka dibakarlah JOKRO JOYO tersebut hingga hangus terbakar yang kemudian oleh Sunan Kalijogo dimandikan di Sendang Jati Luweh Jogjakarta selanjutnya COKRO JOYO berganti nama dengan Sunan Geseng dan disuruhlah untuk menyebarkan Agama Islam Di Kecamatan Grabag sampai Wafat dan dimakamkan di Desa Tirto .

3. 

Wisata Air Terjun di Kab. Magelang

1. Air Terjun Kedung Kayang

Obyek wisata ini berada di jalur lalu lintas Blabak – Boyolali atau di sebelah selatan Ketep tepatnya di desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Air terjun Kedung Kayang menyimpan panorama yang menawan dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu dengan ketinggian 400 meter dari permukaan air laut.  

2. Air Terjun Curug Silawe

Air terjun Curug Silawe memiliki ketinggian 50 m di atas permukaan air laut. Obyek wisata ini berada di desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, lereng selatan Gunung Sumbing. Konon air terjun ini dihuni oleh banyak laba – laba atau lawe sehingga tempat wisata ini dinamakan Curug Silawe. Udara sejuk gunung Sumbing, panorama indah hutan pinus menjadikan wisatawan betah di tempat ini.

3. Air Terjun Sekar Langit

Sekar langit adalah Air Terjun dengan panorama indah Gn. Andong dan Telomoyo sebagai latar belakangnya. Air Terjun Sekar Langit memiliki ketinggain 25 mdpl, terletak di desa Tlogorejo Kecamatan Grabag. Udaranya yang sejuk dan difasilitasi dengan bumi perkemahan sehinga obyek wisata air ini banyak dikunjungi wisatawan khususnya wisatawan pelajar dan mahasiswa. 


Wisata Candi di Kab. Magelang

1. Candi Ngawen


Candhi Budha ini berada di desa Ngawen kecamatan Muntilan sekitar 5 km ke arah tenggara dari candi Mendut sebelah kiri jalan ke rute Sendangsono. Candi ini dibangun pada abad ke 8 oleh dinasti Syailendra sapaerti tersebut dalam Prasasti Karang Tengah tahun 824 M. candi Ngawen memiliki 5 buah candi kecil yang setiap sudutnya dihiasi oleh patung singa penjaga candi dan wihara Pangeran Sidharta menunggu nirwana. Relief candi Ngawen masih jelas terukir indah tentang Kinara-Kinari ( sang penghibur Dewa di Kahyangan ), Kalamakara ( Dewa Waktu )  dan D hyani Budha Ratnasambhawa dengan sikap tangan Wara Mudra ( Budha memberi berkah).

2. Candi Pawon

Bangunan suci Budha yang disebut dalam prasasti Karang Tengah 824 M, didukung, letaknya yang segaris dengan Candi Mendut dan Borobudur. Terletak di Desa Brojonalan Kecamatan Borobudur.

3. Candi Mendut

Candi Mendut terletak kurang lebih 3 km sebelum Candi Borobudur dari arah Yogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung Budha yang diapit oleh dua arca  yaitu Awalokiteswara dan Wajrapani. Disisi – sisi candi ini terdapat relief  yang berisi cerita hewan/fabel (Jataka) yang mengandung pesan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Candi Borobudur

Candi Borobudur, Pawon dan Mendut merupakan candi budha yang dibangun oleh raja Samaratungga dari dinasti Syailendra pada abad ke 8. Tiga Candi Budha tersebut memiliki relief atau gambar timbul yang menarik menggambarkan kehidupan sang Budha dan reinkarnasinya dalam bentuk ceritera Jataka dan Lalitavistara. Candi Borobudur dan Pawon terletak di Kecamatan Borobudur sedangkan candi Mendut di Kecamatan Mungkid, 3 km kearah timur candi Borobudur. 

5. Candi Selogriyo

Terletak pada kaki Bukit Condong berbatasan dengan Bukit Giyanti, secara keseluruhan terletak di lereng Bukit Sukorini sebelah timur Gunung Sumbing di Kecamatan Windusari. Merupakan bangunan tunggal, memiliki bentuk tidak berbeda dengan candi-candi Hindu lainnya.

6. Candi Canggal atau Candi Gunung Wukir

Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.  


7. Candi Asu

Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, Kelurahan Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. Disebut Candi Asu karena dahulu di dekat candi tersebut terdapat banyak anjing.

Candi ini terletak di lereng Gunung Merapi di dekat pertemuan Sungai Pabelan dan Sungai Telingsing, kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari Candi Ngawen. Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu Candi Pendem dan Candi Lumbung.

Candi Asu menghadap ke barat. Candi ini berdenah bujur sangkar dengan panjang sisi 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Dengan ukuran tersebut, candi ini termasuk candi kecil.
Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasasti batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I (874 M) dan Sri Manggala II (874 M).

8. Candi Pendem

Candi Pendem merupakan 1 candi yang berada di kompleks percandian Sengi. seperti halnya 2 candi lainya ( Candi Asu dan Candi Lumbung). Candi ini beragama hindu. dan jaraknya sangat berdekatan dengan candi asu sengi yang hanya berjarak 100 meteran. namun areal yang harus dilalui untuk menuju situs ini ialah dengan blusukan menyusuri persawahan warga dan keberadaan candinya sendiri berada di bawah tanah sekitar 2-3 meteran. 

Candi ini kemungkinan masih 1 masa pembuatannya. yang tersisa di candi ini hanya reruntuhan candinya saja dan atap candi ta tersusun lagi kemungkinan masih tertimbun atau malah telah menghilang. dilihat dari keberadaannya yang dibawah tanah kemungkinan candi ini dahulu tertimbun lahar merapi yang sangat ganas. dengan fakta keberadaannya yang sungguh dalam di bawah tanah. 

Yang tersisa di candi ini hanyalah sumuran candi beberapa mahluk gana didinding candi dan juga beberapa antefik yang berornamen sungguh indah. dan apabila dicermati secara meneyeluruh mahluk gana yang ada di badan candi semua gaya dan bentuknya yang hampir berbeda satu sama lainnya. 

Ornamen artifaknyapun tidak kalah menarik untuk dicermati begitu detail nenek moyang kita memahat setiap batu candinya.untuk menuju candi ini lebih gampang bertanya kepada warga sekitar karna letaknya yang nyempil dan tak terlihat dari jalan raya atau lihat peta di kompleks percandian sengi ini : candi ini sendiri berada di desa candi pos, desa sengi, kecamatan dukun, kabupaten magelang, jawa tengah. dan masih 1 jalur menuju obyekwisata ketep pass.
 

Daerah Wisata di Kab. Klaten

Wilayah Klaten merupakan wilayah yang cukup strategis. Posisinya yang berada di daerah perlintasan dua kota besar, yakni Solo dan Yogyakarta membuat nama Klaten menggaung. Nama Klaten yang sudah menggaung itu harus dimaksimalkan untuk menggenjot potensi pariwisata.
Bagaimanapun juga, pariwisata bila digarap dengan maksimal, akan mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tak sedikit.
Klaten sendiri khas dengan karakteristik daerah yang sarat muatan potensi pariwisata. Ada potensi wisata pegunungan di Merapi, perikanan di Rawa Jombor, hingga potensi wisata buah-buahan.
Selain itu, Klaten juga terkenal dengan lokasi peninggalan situs purbakala, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu hingga Candi Plaosan.
1. Gondangwinangoen

Sejumlah fasilitas yang ditawarkan Wisata Agro Gondang Winangoen, bukan saja permainan dan rekreasi keluarga. Namun, juga tempat tinggal, serta jelajah sejarah museum dan pembuatan gula. “Satu-satunya pabrik gula di Nusantara yang memiliki museum ya hanya di sini (PG Klaten-red). Dan ini merupakan aset yang sangat tinggi harganya,

2. Rawa Jombor

Rawa Jombor yang berada di perbatasan Kecamatan Bayat dan Kalikotes merupakan andalan untuk memasok air ke saluran irigasi persawahan di sekitarnya. Oleh sebab itu, tingkat kedalaman air harus cukup agar tetap bisa mengalirkan air pada musim kemarau. Selain itu dari sisi potensi wisata, Rawa Jombor sudah cukup dikenal luas.
Obyek wisata yang ada salah satunya warung apung dan keramba.

3. Deles Indah

Objek wisata yang berada di kaki Gunung Merapi ini menawarkan keindahan panorama alam bagi wisatawan. Melalui gardu pandang, wisatawan dapat melihat langsung puncak Gunung Merapi yang menunjukkan aktivitas vulkanik. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati keindahan tempat-tempat lain seperti bekas pesanggrahan Pakoe Boewono X, makam Kiai Mloyopati, Sendang Reno, Taman Pring Cendani, dan Gua Sapuangin.
Harus diakui, saat ini, sejumlah fasilitas di objek wisata yang berada di Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Klaten ini mangkrak karena tidak maksimalnya perawatan dari objek wisata yang berada pada ketinggian 800-1.300 meter di atas permukaan laut ini. Persoalan lain yang menjadi kendala pengembangan objek wisata ini adalah sulitnya mencari sumber air. Hal itulah yang membuat sejumlah pengusaha enggan menjadikan kawasan pariwisata ini sebagai ladang bisnis. Tak hanya itu, kerusakan jalan menuju objek wisata juga mempengaruhi minat wisatawan untuk mengunjunginya.

4. Pemandian Umbul Ingas dan Water Boom

Water boom yang luasnya mencapai 495 meter persegi itu dilengkapi dengan water slide (luncuran air) dengan tinggi delapan meter dan panjang lintasannya sekitar 50 meter. Sementara di kolam renang anak yang luasnya 176 meter persegi tersebut telah dilengkapi sarana penunjang, seperti ember tumpah, tirai air, dan air mancur. Debit air kedua kolam renang tersebut, jelas dia, diambilkan dari Umbul Ingas.