Goa Kalisuci
Gunungkidul terkenal dengan deretan pantainya yang cantik dan eksotis. Tapi ternyata, ada juga tubing atau jelajah gua yang tak kalah seru dari bermain di pantai, salah satunya di Gua Kalisuci.
Eksotisme caving di Gunungkidul tidak perlu diragukan lagi. Setelah Gua Pindul, kini ada lagi obyek baru caving Gua Kalisuci di Semanu, Wonosari, yang siap memberi tantangan dan adrenalin.
Akhir-akhir ini wisata caving dengan ban atau tubing sangat diminati oleh wisatawan yang sudah bosan dengan keindahan pantai maupun obyek wisata lainnya. Di Gunungkidul, kini ada wisata gua yang sedang nge-tren yaitu Gua Kalisuci yang letaknya di sebelah selatan Kota Wonosari.
Untuk mencapai lokasi wisata caving, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi karena angkutan umum tidak ada. Jika dari Kota Jogja Anda melewati Kota Wonosari menuju arah selatan sekitar 3-4 km jauhnya. Kemudian belok melalui jalan kecil ke arah SMP 3 Semanu sejauh lebih kurang 7 km.
Sama dengan obyek caving lainnya, di sini juga terdapat aliran air dengan kedalaman sekitar 3 meter. Sementara di dalam gua ada juga bebatuan stalaktit dan stalagmit.
Untuk menuju spot caving Anda harus menuruni tebing sejauh 150 meter. Setelah sampai spot caving barulah Anda bisa memakai pelampung, ban dan pelindung kepala sehingga yang tidak bisa berenang pun tidak akan tenggelam.
Disarankan jangan memakai sandal sewaktu menuju spot caving karena jalan berlumpur. Ada 3 pemandu yang mengawal caving sembari menjelaskan keunikan Gua Kalisuci.
Begitu memasuki Gua Kalisuci, Anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Di sekeliling gua ada kelelawar sehingga kita harus memakai pelindung kepala agar tidak kena air pipisnya kelelawar. Ini juga yang membuat caving sepanjang 100 meter memberikan sensasi yang luar biasa.
Ada 2 spot di Gua Kalisuci, spot pertama adalah arus tenang, sehingga tangan harus ikut mendayung. Sedangkan spot kedua memiliki arus yang lumayan sehingga memberikan tantangan ketika berkelok melewati bebatuan.
Keluar dari spot caving, Anda bisa berenang atau loncat ke sungai untuk foto narsis. Untuk kembali ke spot caving, Anda harus naik tebing dengan tali sepanjang 300 meter.
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Februari 2013
Selasa, 22 Januari 2013
Mari Memotret Yogyakarta dan Borobudur
Mari Memotret Yogyakarta dan Borobudur!
Selasa, 22 Januari 2013 | 21:48 PM
Festival Ramayana Tingkat Nasional 2012 - Penari dari Sumatera Utara tampil dalam sendratari Ramayana episode Shinta Hilang pada acara Festival Ramayana Tingkat Nasional 2012 di Panggung Terbuka Ramayana, kompleks Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Jumat (12/10/2012) malam.
Festival tersebut menampilkan pagelaran delapan episode sendratari Ramayana oleh penari dari delapan daerah yakni DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat serta Bali. Komunitas pecinta fotografi mendapat prioritas utama untuk mengabadikan Yogyakarta dan sekitarnya berikut Candi Borobudur. Undangan ini, kata Senior Vice President Corporate Secretary Merpati Nusantara Airlines (Merpati) Herry Saptanto, hari ini, akan terwujud pada 15-17 Februari 2013.
Awalnya, dalam rilisnya, Herry mengatakan kalau kegiatan lomba foto menjadi dasar pengembangan program ini. "Kami memberi nama Mexlens,"katanya.
Dalam program itu, Merpati menawarkan paket wisata 3 hari 2 malam. Rute pertama adalah kunjungan ke Candi Prambanan. Pemandu wisata dalam kesempatan ini adalah para pramugari.
Pada hari kedua, terang Herry, peserta diajak memotret matahari terbit di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Acara berlanjut dengan pemotretan di desa Borobudur serta di Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur.
"Hari ketiga, sejak pukul 06.00, semua peserta akan diajak berwisata sekaligus mengadakan pemotretan dengan latar belakang atau objek wisata Malioboro, Yogyakarta,” papar Herry Saptanto.
Lebih lanjut, menurut Herry, program ini terhubung dengan rute penerbangan Merpati Bandung-Yogyakarta pergi pulang. Kemudian, program ini terbagi menjadi dua paket yakni A dan B. Pada paket A dengan harga Rp 2,1 juta, tiap peserta mendapat konsumsi selama mengikuti paket wisata termasuk saat melakukan pemotretan objek wisata, biaya transportasi darat, hotel atau tempat penginapan dan biaya lainnya. "Peserta yang bukan berasal dari Bandung lebih baik memilih Paket B,"kata Herry.
Pada Paket B, lanjutnya, peserta tidak mendapatkan tiket pesawat. Meski begitu, fasilitas lainnya yang ada di Paket A juga dapat dinikmati peserta Paket B. "Pendaftaran hingga 4 Februari 2013,"demikian Herry Saptanto.
Selasa, 22 Januari 2013 | 21:48 PM
Festival Ramayana Tingkat Nasional 2012 - Penari dari Sumatera Utara tampil dalam sendratari Ramayana episode Shinta Hilang pada acara Festival Ramayana Tingkat Nasional 2012 di Panggung Terbuka Ramayana, kompleks Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Jumat (12/10/2012) malam.
Festival tersebut menampilkan pagelaran delapan episode sendratari Ramayana oleh penari dari delapan daerah yakni DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat serta Bali. Komunitas pecinta fotografi mendapat prioritas utama untuk mengabadikan Yogyakarta dan sekitarnya berikut Candi Borobudur. Undangan ini, kata Senior Vice President Corporate Secretary Merpati Nusantara Airlines (Merpati) Herry Saptanto, hari ini, akan terwujud pada 15-17 Februari 2013.
Awalnya, dalam rilisnya, Herry mengatakan kalau kegiatan lomba foto menjadi dasar pengembangan program ini. "Kami memberi nama Mexlens,"katanya.
Dalam program itu, Merpati menawarkan paket wisata 3 hari 2 malam. Rute pertama adalah kunjungan ke Candi Prambanan. Pemandu wisata dalam kesempatan ini adalah para pramugari.
Pada hari kedua, terang Herry, peserta diajak memotret matahari terbit di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Acara berlanjut dengan pemotretan di desa Borobudur serta di Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur.
"Hari ketiga, sejak pukul 06.00, semua peserta akan diajak berwisata sekaligus mengadakan pemotretan dengan latar belakang atau objek wisata Malioboro, Yogyakarta,” papar Herry Saptanto.
Lebih lanjut, menurut Herry, program ini terhubung dengan rute penerbangan Merpati Bandung-Yogyakarta pergi pulang. Kemudian, program ini terbagi menjadi dua paket yakni A dan B. Pada paket A dengan harga Rp 2,1 juta, tiap peserta mendapat konsumsi selama mengikuti paket wisata termasuk saat melakukan pemotretan objek wisata, biaya transportasi darat, hotel atau tempat penginapan dan biaya lainnya. "Peserta yang bukan berasal dari Bandung lebih baik memilih Paket B,"kata Herry.
Pada Paket B, lanjutnya, peserta tidak mendapatkan tiket pesawat. Meski begitu, fasilitas lainnya yang ada di Paket A juga dapat dinikmati peserta Paket B. "Pendaftaran hingga 4 Februari 2013,"demikian Herry Saptanto.
Langganan:
Postingan (Atom)




